cats, families, friends, jurnal, diary, body and soul, peace, photos, news, opiniNovember 3, 2008 2:01 am

BLOG NYA PINDAH KE

 

http://nadrahshahab.multiply.com/

 

yang disini buat arsip aja…:)

opiniFebruary 9, 2007 11:29 am

“memberikan nutrisi yang melembutkan dan menyehatkan rambut. melindungi rambut dari pengaruh buruk lingkungan dan olive oilnya melembutkan dan melembabkan. Rambut tetap sehat, lembut dan tampak lurus berkilau. Rambutmu jadi mudah diatur”

Itu adalah salah satu shampoo lisensi dari Jepang dan tulisan tersebut terdapat di balik botol shampoo tersebut. Shampoo yang aku maksud adalah shampoo yang sedang aku pakai sekarang. Shampoo ini ku pakai pada saat Shampoo yang biasa aku pakai tidak ada di rak supermarket langganan aku belanja. Karena aku bukan orang yang terlalu fanatik dengan merk Shampoo jadi aku hanya memilih shampoo yang dapat melembutkan rambut, karena rambutku keriting jadi butuh shampoo yang tidak membuatku menjadi Ahmad Albar ataupun Eddy Brokoli.

Setelah sekian lama, bisa dikata puluhan tahun aku mencari shampoo yang tepat untuk orang keriting tapi ngga pernah nemu. Karena aku menemukan hampir semua perusahaan shampoo di Indonesia hanya pro kepada orang yang mempunyai rambut lurus tapi diskriminasi terhadap orang-orang yang berambut keriting.

Dulu, duluuuuu banget sih aku pernah melihat iklan di TV shampoo untuk orang berambut keriting, tapi itu pun shampoo import dan harganya relatif mahal dan jarang. Jadi karena kasus diskriminasi para perusahaan shampoo, maka aku putuskan mengalah saja. daripada ngga pake shampoo, gatal kan kepala. Nah, kira-kira dua bulan yang lalu, karena aku tidak mendapatkan shampoo ku yang biasa aku beli, shampoo untuk orang berambut lurus dan berkerudung, jadi saya putuskan untuk memilih satu merk shampoo dengan judul ” Smooth Straight”. Setelah berjalan satu bulan penuh deh kira-kira, aku merasakan ada yang lain di rambut ku , tapi aku ngga ngeh. ngehnya pas kakakku datang dan memberitahuku bahwa rambutnya menjadi keriting (padahal dia ngga keriting, hanya ombak besar nyaris lurus) karena memakai shampoo tersebut. trus pas lagi mau nyisir dan berkaca aku baru ngeh bahwa rambutku kembali keriting seperti sedia kala. Kok bisa???. padahal selama aku memakai shampoo apapun, rambutku menjadi berombak, tidak keriting lagi.

 

wahhh…ini adalah shampoo yang kutunggu-tunggu. Shampoo untuk orang berambut keriting. Jadi aku menetapkan bahwa ternya ada perusahaan yang tidak diskriminasi terhadap orang berambut keriting, tapi untuk kasus yang ini - menipu si rambut lurus…waduhhh gimana tuh. mustinya di rubah dengan judul ” Smooth Curly” ,dan tulisan dibalik shampoo itu:

“memberikan nutrisi yang melembutkan dan menyehatkan rambut. melindungi rambut dari pengaruh buruk lingkungan dan olive oilnya melembutkan dan melembabkan. Rambut tetap sehat, lembut dan rambut keriting tampak berkilau dan rambutmu jadi mudah diatur”

Itu yang benar. tapi maaf saja saya ngga bisa sebut nama shampoo tersebut, karena terkait dengan etika, dan takut formulanya dirubah dan perusahaan tersebut menjadi kembali diskriminasi terhadap manusia-manusia berambut keriting . (nad) (photo:botol warna)

diaryFebruary 5, 2007 5:16 am

Banjir ??? emang ih banyak  sekali berita di TV tentang ini. sebelum Jakarta terkena banjir kemarin Aceh lebih dulu banjir dengan tanpa ampun. sebetulnya ngga ngebayang dimana daerah yang sedang merangkak untuk berbedah diri gara-gara gempa dan Tsunami, itu pun belum selesai sama sekali, sekali lagi di terpa bencana yang ama sangan yaitu banjir. Tapi aku sama sekali tidak ngebayang untuk hal yang seperti itu. Gimana mau ngebayang, liat pun hanya di TV dan tidak detail seperti Banjir diJakarta.

Sejak jumat kemarin Jakarta menjadi lautan, sediiihhhhhh banget kalo ngeliat dimana orang hari tidur di trotoar jalan, haru mencuci dan mandi di jalan yang sangat kotor seperti di tengah jalan Jatinegara barat dan darus tidur di parkiran mobil di pasar Mester yang sudah dipastikan kotor dan sudah terbayang apa saja yang ada disana…sedih banget.

Aku bersyukur dengan tiada tepi , gimana ngga dirumah tidak ada air yang masuk. Maluuuu sama diri sendiri waktu aku mengeluh karena harus menjinjing ember untuk mengambil air dari luar karena air PAM di ruma mati karena terkena banjir pula. Harus nya kulipat lututku dan kutundukkan kepalaku untuk membuang rasa sombong walau sedikitpun dan memohon ampun dengan segala apa yang tadinya terpikir dan harus banyak bersyukur karena aku masih dapat menikmati listrik yang tidak dimatikan, dan tidak kedinginan diwaktu malam.

Ya Allah ampunilah umatMU dari segala perbuatannya. berilah dan cintailah bangsa ini. Ringankan cobaan mereka dan berikannlah ganti yang lebih baik untuk kehilangan mereka. Amien. (nad)

diaryDecember 23, 2006 11:00 am

topeng monyetCerita ini diilhami dari kisah nyata. nama dan tempat tentunya diganti. tentang cerita ini Akupun tidak tahu kenapa orang begitu mudahnya terbakar nafsu amarahnya hanya dengan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu. kadang manusia tidak sadar bahwa tidak selamanya kita diatas. bumi ini berputar kadang diatas dan kadang dibawah. Yang paling menyedihkan bahwa bila kita sedang diatas tetapi kita tidak dapat merasakan kaki kita menapak dibumi. Allah SWT tidak pernah tidur. 

"Jadikan dirimu menjadi manfaat untuk banyak orang, Janganlah hidup dengan menyusahkan banyak orang" -nad.

Photo:Topeng monyet

pagi hari tepat pukul 10.00, Agus bersama temannya Amir memanggul peralatan Topeng monyet, seperti biasanya si Amir membantu dengan mengendong Monyet sewaannya "manis". berjalan menyusuri kampung demi kampung dengan mencari kampung pelanggan. Lumayan penghasilan dari pertunjungan Agus dan Amir biasanya cukup untuk makan dan membayar sewaan si "manis".

Perjalanan Agus dan Amir berhenti di sebuah kampung langganan mereka "gang warna". sambil menunggu pelanggan biasanya dia berhenti sambil membunyikan genderang yang dia bawa. biasanya pula tidak sampai lama anak-anak berkumpul ditemani ibu-ibu mereka.
Hari ini mungkin bukan hari keberuntungan buat mereka baru sampai Amir dan Agus di depan rumah Pak jaja "sang purnawirawan Polisi", belum lagi dia menabuh genderang pak jaja beserta anaknya yang agak terbelakang si Panji keluar rumah sambil menghardik.
"jangan disini, sana kalian"

"maaf pak, saya hanya mencari sesuap nasi" sambut Agus memohon.

"kalo kalian tak pergi aku akan pukuli kao", kata Pak Jaja tiada ampun di sambut anggukan Panji dengan muka bloonnya.

"ya, maaf pak" "coba saja", tantang Agus dengan pikiran bahwa Pak Jaja tidak mungkin tega untuk memukul mereka.
Tidak dalam hitungan jari pun, tangan Pak Jaja yang sudah di kepal memukul Agus tepat di dagu dan perutnya dengan tiada ampun. Tentunya dengan dibantu si Panji yang tak mau kalah dengan Ayahnya  mendapat bagian memukuli Amir yang tadi hanya sempat terbengong-bengong. Teriakan keduanya pun keluar dari mulut mereka.
Mana mungkin Agus dan Amir bisa menang melawan Pak Jaja, Pak Jaja walaupun telah berusia hampir 65 tahun tapi pasti lebih kuat dari pada Agus dan Amir yang berbadan kurus dan belum genap 14 tahun.
Penganiayaan pun berlangsung dengan gencarnya dan tanpa ampun, tetangga yang lain mau membantu untuk memisahkan penganiayaan itu, tapi itu pun di tampik oleh pak Jaja yang sudah di kuasai oleh setan tentunya. Memang Pak Jaja terkenal dengan sifat yang buruk, sering kali dia suka mencari gara-gara dengan tetangganya. Untung saja Para tetangga yang terbilang berusia lebih muda dari beliau mencoba diam dan memaklumi dia dengan terpaksa.

Belum selesai dengan Agus dan Amir, perhatian terpecah karena Monyet mereka "si manis menjerit-jerit ketakutan karena melihat majikannya tumbang. Tapi tidak sampai disitu,dengan yang masih branggas mereka berdua pun melempar monyet itu dengan batu, "Aiiiikkkkkkkkkk" si manis menjerit dan tumbang kontan, tanpa menunggu kesempatan membalas.

Penganiayaan ahirnya berahir, Pak jaja dan panji meninggalkan mereka seperti pemenang yang telah mendapatkan piala. Agus dan Amir yang tadi tumbang masih sanggup berdiri dan membenahi peralatan mereka. Direngkuhnya dan dipeluknya "si manis" yang tadi tumbang. monyet kecil ini lemas lunglai tak berdaya, ketakutan dan rasa sakit akibat lemparan batu masih terasa tentunya.

Dengan wajah yang agak lebam dan muka yang terlihat pasrah karena mereka tak mendapatkan uang hari ini dan sudah tergambar di wajah Agus dan Amir Hutang yang akan mereka hadapi kepada pemilik "si manis" pasti akan ditagih. Apa salah ku? saya tak mencuri, saya mencari uang yang halal. Setetes Air mata jatuh di pipi mereka berdua dalam perjalanan pulang.
Pagi ini telah pukul 10.30, perjalanan pulang dengan jalan kaki akan ditempuh sambil mengendong "si manis" yang semakin lemas dan lemas dan pergi. Tangis tak dapat dibendung oleh mereka, bukan hanya karena "si manis" yang pergi, tapi karena hutang dan cari maki yang pasti akan menanti mereka. Apa salahku? (end-nad)

 

 

opiniDecember 22, 2006 1:24 pm

die die die must try  (gaya makansutra) …(nad)

gadogadoTulisan: Nabiha Shahab

photo:Gado-gado

Gado-gado terenak di dunia cuma satu: di Jalan Menteng Kecil.
Sejauh ingetan, ya yang namanya gado-gado enak cuma di situ jualnya.
 Bumbunya medok, manisnya pas, asinnya sedeng. Cuma porsinya banyak
banget. Ukuran perut gue sih, satu porsi buat berdua tuh. Belum lagi
pake telor rebus satu, pake emping condet yang pake udang, garing dan
manis, segede piring besarnya. Aduh sedapnya…
 Dan yang terpenting: gado-gado Menteng Kecil ngga kena pengaruh
zaman ganti bayam dengan kangkung, dan pake ditambah jagung segala,
apalagi wortel brrr…
(more…)

friends, jurnalDecember 19, 2006 2:28 am

Dukungan untuk Penetapan Aturan Pemotretan di Museum-museum di Jakarta

Topik ini berawal dari diskusi di milis SahabatMuseum mengenai ketidaknyamanan memotret di museum-museum yang berada di DKI Jakarta. Tidak adanya aturan yang jelas dan tegas membuat sebuah kamera menjadi benda terlarang di museum, tidak pandang penggunanya turis, penggemar warisan budaya, pecinta museum, pecinta sejarah, pehobi foto, jurnalis atau fotografer profesional.

Definisi pemotretan komersial dan non komersial juga sering menjadi perdebatan panjang. Sebagian museum langsung menyodorkan selembar kertas berisi tarif & aturan pemotretan komersial tanpa pandang bulu. Sebagian lagi cukup membayar "biaya keamanan".

(more…)

UncategorizedDecember 9, 2006 4:42 am

Sang bangÔ  è  sang  è  sang bangÔ

Kenapè entè  delak delok ajè

Mêngkènyè  anè delak delok  ajè

Sang ikan kagak nimbul-nimbul

Sang ikan è  sang è  sang ikan

Kenapè   entè kagak nimbul-nimbul

Mêngkènyè  anè  kagak nimbul

Sang rumput keliwat têbêl

Sang rumput è sang è sang rumput

Kenapè  keliwat têbêl

Mêngkènyè  anè  jadi têbêl

(more…)

jurnal, newsDecember 1, 2006 5:46 am

STOP AIDS. keep the promice

source: http://worldaidscampaign.info/

The theme for World AIDS Day 2006 is accountability.
The theme of accountability was developed by the World AIDS Campaign support team based on their ongoing work around World AIDS Day, and based on the outcomes of the London HIV and AIDS Campaigning and Advocacy meeting in February 2005. A number of lessons have been learnt from previous work on World AIDS Day, and far more energy is being invested early in the year to make World AIDS Day 2006 a success. The most significant aspect of this World AIDS Day is the degree to which it has been based around the inputs of a wide range of civil society partners.

peace, photosNovember 20, 2006 4:06 pm

memang harus ada satu masa dimana manusia harus berani membebaskan diri dari segala bentuk belenggu dan segala bentuk penjajahan.

kresssss

body and soulNovember 16, 2006 2:41 pm

”Tuhanku. Jika aku menyembahMu karena takut pada api neraka, maka masukkan aku di dalamnya! Dan jika aku menyembahMu karena tamak kepada surgaMu, maka haramkanlah aku daripadanya! Tetapi jika aku menyembahMu karena kecintaanku kepadaMu, maka berilah aku kesempatan untuk melihat wajahMu yang Maha Besar dan Maha Mulia itu.”