Lagi-Lagi Orang Miskin Dilarang Sakit
Pernah Mendengar tentang penolakan Rumah Sakit terhadap orang miskin? atau bahkan Pernah mengalaminya ?
Sering saya dengar tentang hal ini dari Televisi maupun dari mulut-mulut teman saya yang dulu liputan untuk sosial.
Tapi Sekarang saya merasakan apa yang orang miskin alami, pada saat membantu Tika, karena anaknya sakit. Tika adalah seorang wanita berusia hampir 45 tahun , bersuami dan mempunyai empat orang anak .
Begini Ceritanya,
Ismail anak Tika yang tertua berusia 17 Tahun, baru masuk STM tahun ini. Sudah tiga hari dia sakit panasnya tidak turun-turun. Sudah di bawa ke klinik 24 Jam dan di beri obat, tetapi tidak ada berobahan apa-apa padanya. Saya agak kuatir karena Ismail memelihara ayam dan burung. Saya katakan agar Tika membawa anaknya ke RS Budhi Asih untuk pemeriksaan darah, karena paling tidak kita akan tahu ada apa dengan demamnya ini. Tika memegang kartu GAKIN, untuk itu dia tidak harus memayar apa-apa bila anaknya harus menginap di RS Budhi Asih atau RS pemerintah manapun.
Jakarta, 12.08.2007 jam 19.00
Tika datang tergopoh-gopoh kerumah dengan tangisnya yang sudah pecah karena anaknya, Ismail harus di rawat Karena dia di Vonis Hepatitis Akut dan RS Budhi Asih menolak memberinya tempat dengan alasan penuh. Tika sudah tidak tahu harus bagaimana karena dia harus mencari tempat untuk anaknya, yang tentu saja Gratis karena dia pemegang kartu GAKIN.
Saya langsung ganti baju malam itu untuk mencari tempat untuk Ismail, Pilihan pertama adalah RS Persahabatan.
Karena biar ganpang akses untuk Tika dan keluarga, karena naik mikrolet 02 cuma sekali.
Jakarta, 12.08.2007 jam 19.35
Sampai di RS Persahabatan saya, Tika dan Ismail langsung ke tempat Informasi Ruangan Rawat Inap IGD. Dengan membawa Surat Rujukan dari Budhi Asih saya berharap dengan mudah mendapatkan kamar kelas III (karena itu memang jatah
pemegang kartu GAKIN). Ibu Penjaga tempat Informasi tersebut berkata kalau di situ tidak ada ruangan, yang ada VIP….yang benar saja. dan Dia menyalahkan saya karena Ismail dibawa. " Harus nya yang sakit di rumah, kalau sudah dapat baru di bawa" katanya…hahh???? emang hotel harus konfirm tempat, buat saya ini prosedur yang aneh.
Bagaimana bila ada apa-apa karena tidak mendapat tempat? Tapi ya mau bilang apa.
Dengan Perasaan kecewa kita semua kembali naik taksi ke RSCM. Aduhhh…saya udah ngebayang…
Jakarta, 12.08.2007 jam 20.05
Sesampainya di IGD RSCM, kami di terima dan mendaftar dengan menggunakan kartu GAKIN. Karena Ismail sakit Hepatitis dia masuk IGD untuk Penyakit Dalam. Ismail masuk dalam antrean para dokter jaga. Saya paham bila mereka tidak langsung memeriksa, pasien yang ada di situ se abrek-abrek. Dan yang saya dengar " lagi-lagi Budhi Asih", sesering itu kan membuang pasien ke tempat seperti ini ?
Saya menerangkan kalau kita di tolak oleh RS Budhi Asih dan RS Persahabatan. "RSCM tidak pernah menolak orang, tapi itu ada yang sudah tiga hari tidak dapat tempat (sambil menunjuk ke arah ruangan IGD)"
Keadaan di IGD RSCM begitu amat menyedihkan, ruangan IGD yang hanya lk 5x6, di huni 12 orang. Pengap, Kumuh, Bau, dan masih banyak lagi list untuk perkataan untuk RSCM. ini benar-benar rumah yang sedang sakit, menyedihkan.
Proses di RSCM bukan proses yang gampang, karena untuk bergerak saja, seperti pengambilan darah untuk pemeriksaan, atau pengambilan obat untuk infus dll memerlukan tenaga yang extra. Seperti yang ku alami untuk menebus resep saja harus melewati beberapa tahap, seperti minta cap dulu dan surat ke suster, lalu minta surat yang harus di tanda tangani oleh dokter jaga lalu dengan membawa surat yang sudah tadi dan beberapa fotokopian yang diperlukan, juga membawa buku besar suster untuk nantinya di cap di bagian kontroler yang letaknya tidak dekat dengan IGD, lalu setelah dapat kembali lagi ke suster jaga untuk minta tanda tangan mereka dan mengembalikan buku besar, baru bisa ambil obat di apotik, itu pun tentunya harus menganre dan menunggu si penjaga apotek melayani kita. Pokoknya total jam yang saya perlukan untuk itu hampir dua jam. Dan perlu di ingat, itu baru satu resep…belum sepuluh resep.
Belum lagi menghadapi dokter jaga yang sedang cape itu tidak mudah, "cek saja biar puas" kata dokter jaga pada saat dia kita saya tidak percaya kalo di RSCM tidak ada kelas III, padahal saat itu saya bertanya gimana menebus obat.
Jakarta, 13.08.2007 jam 08.30
Tika datang kerumah dengan menangis karena dia tidak kuat dengan bau di ruangan itu, Ismail jadi semakin sering muntah karena. Dia binggung musti seperti apa. Dia cerita kalo sepulangnya saya jam 23.00 an malam tidak ada dokter yang datang memeriksa, bahkan ada yang berkata entah siapa " kalau gak punya duit jangan berobat". entah benar atau tidak, karena saya tau perkataan tersebut hanya di sinetron yang saya pikir itu terlalu berlebihan. Terlebih lagi, orang di sebelah Ismail, meninggal dunia.
Ahirnya saya putuskan untuk mencari tempat ke Rumah sakit dengan cara membayar. Saya dan Tika kembali ke RS Budhi Asih untuk mendapatkan tempat, mereka tetap mengatakan tidak ada begitu tau bahwa pasien yang tadi malam dia tolak, "Maaf yang ada VIP" kayanya.
Saya memutuskan mencari sendiri, karena saya melihat Tika sudah lelah karena tidak makan sejak kemarin karena tidak nafsu makan.
Saya ke RS Polri Soekamto di kramat jati dekat pasar. di situ pun di tolak karena begitu tau pasien pemegang kartu GAKIN, klise…tidak ada tempat di kelas III. saya tanya kelas II, "ohh nga bisa untuk pemegang kartu GAKIN".
Saya bilang akan bayar, tapi dia tetap tidak memberikanya. selesai dari situ saya pergi ke PUSDIKKES KODIKLAT TNI-AD, di jalan Raya Bogor, kramat jati. Saya langsung ke IGD, untuk menanyakan tempat. kelas III pun tidak didapat karena Ismail menderita Hepatitis, mereka bilang ada juga kelas I denga harga Rp 185.000 semalam. Saya putuskan untuk masuk disini, tidak ada pilihan lain. Ismail harus dapat tempat yang lebih bersih untuk ketahanan tubuh dan mental.
Dengan berbekal tulisan dari PUSDIKKES, saya bilang Ismail sudah dapat tempat. itu jam 12 an kurang. setelah data ismail di acc, keluarlah tagihan hampir rp 500.000,-. Loh…bukannya sejak awal pakai GAKIN? aneh. ternyata saya
harus mengurus ke bagian Pengurusan kartu GAKIN yang antreannya 100 an orang lebih. wahhh sampai jam berapa kalau begini. Alhamdulillah ternyata di dunia ini masih ada orang baik yang mau menolong tanpa di suap. Petugas yang
sedang istirahat tersebut langsung membuatkan surat jaminan GAKIN untuk Tika. Alhamdulillah satu step sudah terlewati. setelah itu saya ke kasih untuk di proses. selesai dari kasir saya ke dokter untuk minta proses selanjutnya.
Ternyata karena karena Ismail masih dalam proses perawatan dan masih di infus, jadi kita perginya harus naik ambulance. mmmmmmmmm…masalah baru. "berapa biaya" tanya saya.
"ohh harus nego sendiri" ????? baru tahu saya kalo ambulance yang berparkir dihalaman RSCM bukan punya mereka. obyekan. setelah tanya meraka memberi harga Rp300.00…yang benar saja !!! nawar Rp100.000,- mereka tidak mau. Lalu saya kembali ke suster menanyakan hal ini dan bilang kalau Tika tidak mampu. Alhamdulillah ada yang baik, memberikan solusi untu ke ambulance 118, bisa tidak bayar. ahirnya Jam 18.30 malam, ambulance 118 membawa Ismail ke PUSDIKKES KODIKLAT TNI-AD, di jalan Raya Bogor, kramat jati.
Kejadian sebenarnya tidak sesederhana saya menulis, lebih rumit lagi kejadiannya. Tapi sekarang Ismail sudah menempati Kamar di PUSDIKKES KODIKLAT TNI-AD, di jalan Raya Bogor, kramat jati Ruang Melati.
NOTE: Tapi masalah dia tidak selesai sampai disini, masalah keuangan tentu saja menanti. Karena di perkirakan Ismail akan satu minggu berada di rumah sakit.
jam 6 lebih aku dibangunkan oleh bungi HP ku, no telp yang tidak terlalu ku kenal memanggilku. Ohhh ternyata dari rumah sakit hewan. kabar sedihpun datang, yang mengabarkan Buffy-ku telah pulang kesisiNya. Innalillahi wa inna Lillahi Rojiun. sedih memang. tapi daripada dia menderita. Buffy meninggal setelah di rawat satu minggu di RS karena ginjalnya nya sudah kronis. anehnya karena hal itu datang tiba-tiba. tiba-tiba ngga mau makan, tiba-tiba dia berangsur kurus cepat sekali. lalu dia ku taruh ke RS untuk pengobatan yang intensif. dokternya binggung dengan keadaan buffy. kenapa? biasanya dengan keadaan yang seperti ini, akan muntah. tapi dia ngga. begitu kuatnya dia. setelah 6 hari dia pulang kerumah. kami senang sekali. tapi hanya berlangsung dua hari , buffy ngga mau makan lagi, hanya sedikit, lalu tidak mau makan sedikitpun, padahal makanya sudah disaring seperti saran dokter. karena keadaan memburuk aku masukkan lagi ke RS. tapi Allah SWT mengiginkan lain, dia dipanggil setelah pergulatan yang panjang enam hari lagi di RS. Buffy meninggal karena dia sudah kangen sama neneknya "cantik" . Kami mengihlaskanmu sayang. tunggu aku di pintu sorga. cium kami untukmu dan maafkan kami semua.
udah empat hari ini buffy ngga mau makan. dikasi ikan ngga mau, yang mau hanya minum dan minum. hari masuk yang ke empat dia seperti itu, badannya semakin kurus, ngga tega ngeliatnya. mau ngga mau kita paksa dia minum susu dengan pipet dan beri dia multivitamin, tetapi tak nampak perubahan.
Ahirnya diputuskan untuk ke dokter aja di Rumah sakit hewan Ragunan. kali ini dapat dokter oóy. dokternya baik sekali, dia menyarannya untuk test darah karena dia meraba badab buffy, "ginjalnya mengeras, takutnya ada infeksi" begitu pula suhu tubuhnya turun. jadilah buffy diinapkan kembali setelah sebelumnya dia menginap karena tangannya abses akibat berantem ama sodaranya miki. buffy langsung di infus karena dia sudah mulai dehidrasi.
mohon doanya supaya buffy cepat sembuh. sedih banget. sepi ngga ada buffy dirumah. dalam 2-3 hari ini akan dilihat perkembangannya.
ngga nyangka sama sekali ternyata foto tentang banjir bisa masuk ke AFP. wahhh yang seneng pas tau keempat foto itu di pake. honor nya ngga seberapa, tapi rasanya…wuiiihhhh
, gimana ngga salah satu cita-cita telah tercapai, Alhamdulillah. …:)

“memberikan nutrisi yang melembutkan dan menyehatkan rambut. melindungi rambut dari pengaruh buruk lingkungan dan olive oilnya melembutkan dan melembabkan. Rambut tetap sehat, lembut dan tampak lurus berkilau. Rambutmu jadi mudah diatur”
Itu adalah salah satu shampoo lisensi dari Jepang dan tulisan tersebut terdapat di balik botol shampoo tersebut. Shampoo yang aku maksud adalah shampoo yang sedang aku pakai sekarang. Shampoo ini ku pakai pada saat Shampoo yang biasa aku pakai tidak ada di rak supermarket langganan aku belanja. Karena aku bukan orang yang terlalu fanatik dengan merk Shampoo jadi aku hanya memilih shampoo yang dapat melembutkan rambut, karena rambutku keriting jadi butuh shampoo yang tidak membuatku menjadi Ahmad Albar ataupun Eddy Brokoli.
Setelah sekian lama, bisa dikata puluhan tahun aku mencari shampoo yang tepat untuk orang keriting tapi ngga pernah nemu. Karena aku menemukan hampir semua perusahaan shampoo di Indonesia hanya pro kepada orang yang mempunyai rambut lurus tapi diskriminasi terhadap orang-orang yang berambut keriting.
Dulu, duluuuuu banget sih aku pernah melihat iklan di TV shampoo untuk orang berambut keriting, tapi itu pun shampoo import dan harganya relatif mahal dan jarang. Jadi karena kasus diskriminasi para perusahaan shampoo, maka aku putuskan mengalah saja. daripada ngga pake shampoo, gatal kan kepala. Nah, kira-kira dua bulan yang lalu, karena aku tidak mendapatkan shampoo ku yang biasa aku beli, shampoo untuk orang berambut lurus dan berkerudung, jadi saya putuskan untuk memilih satu merk shampoo dengan judul ” Smooth Straight”. Setelah berjalan satu bulan penuh deh kira-kira, aku merasakan ada yang lain di rambut ku , tapi aku ngga ngeh. ngehnya pas kakakku datang dan memberitahuku bahwa rambutnya menjadi keriting (padahal dia ngga keriting, hanya ombak besar nyaris lurus) karena memakai shampoo tersebut. trus pas lagi mau nyisir dan berkaca aku baru ngeh bahwa rambutku kembali keriting seperti sedia kala. Kok bisa???. padahal selama aku memakai shampoo apapun, rambutku menjadi berombak, tidak keriting lagi.
wahhh…ini adalah shampoo yang kutunggu-tunggu. Shampoo untuk orang berambut keriting. Jadi aku menetapkan bahwa ternya ada perusahaan yang tidak diskriminasi terhadap orang berambut keriting, tapi untuk kasus yang ini - menipu si rambut lurus…waduhhh gimana tuh. mustinya di rubah dengan judul ” Smooth Curly” ,dan tulisan dibalik shampoo itu:
“memberikan nutrisi yang melembutkan dan menyehatkan rambut. melindungi rambut dari pengaruh buruk lingkungan dan olive oilnya melembutkan dan melembabkan. Rambut tetap sehat, lembut dan rambut keriting tampak berkilau dan rambutmu jadi mudah diatur”
Itu yang benar. tapi maaf saja saya ngga bisa sebut nama shampoo tersebut, karena terkait dengan etika, dan takut formulanya dirubah dan perusahaan tersebut menjadi kembali diskriminasi terhadap manusia-manusia berambut keriting . (nad) (photo:botol warna)
ku lipat lututku dan ku tundukkan kepalaku
Banjir ??? emang ih banyak sekali berita di TV tentang ini. sebelum Jakarta terkena banjir kemarin Aceh lebih dulu banjir dengan tanpa ampun. sebetulnya ngga ngebayang dimana daerah yang sedang merangkak untuk berbedah diri gara-gara gempa dan Tsunami, itu pun belum selesai sama sekali, sekali lagi di terpa bencana yang ama sangan yaitu banjir. Tapi aku sama sekali tidak ngebayang untuk hal yang seperti itu. Gimana mau ngebayang, liat pun hanya di TV dan tidak detail seperti Banjir diJakarta.
Sejak jumat kemarin Jakarta menjadi lautan, sediiihhhhhh banget kalo ngeliat dimana orang hari tidur di trotoar jalan, haru mencuci dan mandi di jalan yang sangat kotor seperti di tengah jalan Jatinegara barat dan darus tidur di parkiran mobil di pasar Mester yang sudah dipastikan kotor dan sudah terbayang apa saja yang ada disana…sedih banget.
Aku bersyukur dengan tiada tepi , gimana ngga dirumah tidak ada air yang masuk. Maluuuu sama diri sendiri waktu aku mengeluh karena harus menjinjing ember untuk mengambil air dari luar karena air PAM di ruma mati karena terkena banjir pula. Harus nya kulipat lututku dan kutundukkan kepalaku untuk membuang rasa sombong walau sedikitpun dan memohon ampun dengan segala apa yang tadinya terpikir dan harus banyak bersyukur karena aku masih dapat menikmati listrik yang tidak dimatikan, dan tidak kedinginan diwaktu malam.
Ya Allah ampunilah umatMU dari segala perbuatannya. berilah dan cintailah bangsa ini. Ringankan cobaan mereka dan berikannlah ganti yang lebih baik untuk kehilangan mereka. Amien. (nad)
Cerita ini diilhami dari kisah nyata. nama dan tempat tentunya diganti. tentang cerita ini Akupun tidak tahu kenapa orang begitu mudahnya terbakar nafsu amarahnya hanya dengan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu. kadang manusia tidak sadar bahwa tidak selamanya kita diatas. bumi ini berputar kadang diatas dan kadang dibawah. Yang paling menyedihkan bahwa bila kita sedang diatas tetapi kita tidak dapat merasakan kaki kita menapak dibumi. Allah SWT tidak pernah tidur.
"Jadikan dirimu menjadi manfaat untuk banyak orang, Janganlah hidup dengan menyusahkan banyak orang" -nad.
Photo:Topeng monyet
pagi hari tepat pukul 10.00, Agus bersama temannya Amir memanggul peralatan Topeng monyet, seperti biasanya si Amir membantu dengan mengendong Monyet sewaannya "manis". berjalan menyusuri kampung demi kampung dengan mencari kampung pelanggan. Lumayan penghasilan dari pertunjungan Agus dan Amir biasanya cukup untuk makan dan membayar sewaan si "manis".
Perjalanan Agus dan Amir berhenti di sebuah kampung langganan mereka "gang warna". sambil menunggu pelanggan biasanya dia berhenti sambil membunyikan genderang yang dia bawa. biasanya pula tidak sampai lama anak-anak berkumpul ditemani ibu-ibu mereka.
Hari ini mungkin bukan hari keberuntungan buat mereka baru sampai Amir dan Agus di depan rumah Pak jaja "sang purnawirawan Polisi", belum lagi dia menabuh genderang pak jaja beserta anaknya yang agak terbelakang si Panji keluar rumah sambil menghardik.
"jangan disini, sana kalian"
"maaf pak, saya hanya mencari sesuap nasi" sambut Agus memohon.
"kalo kalian tak pergi aku akan pukuli kao", kata Pak Jaja tiada ampun di sambut anggukan Panji dengan muka bloonnya.
"ya, maaf pak" "coba saja", tantang Agus dengan pikiran bahwa Pak Jaja tidak mungkin tega untuk memukul mereka.
Tidak dalam hitungan jari pun, tangan Pak Jaja yang sudah di kepal memukul Agus tepat di dagu dan perutnya dengan tiada ampun. Tentunya dengan dibantu si Panji yang tak mau kalah dengan Ayahnya mendapat bagian memukuli Amir yang tadi hanya sempat terbengong-bengong. Teriakan keduanya pun keluar dari mulut mereka.
Mana mungkin Agus dan Amir bisa menang melawan Pak Jaja, Pak Jaja walaupun telah berusia hampir 65 tahun tapi pasti lebih kuat dari pada Agus dan Amir yang berbadan kurus dan belum genap 14 tahun.
Penganiayaan pun berlangsung dengan gencarnya dan tanpa ampun, tetangga yang lain mau membantu untuk memisahkan penganiayaan itu, tapi itu pun di tampik oleh pak Jaja yang sudah di kuasai oleh setan tentunya. Memang Pak Jaja terkenal dengan sifat yang buruk, sering kali dia suka mencari gara-gara dengan tetangganya. Untung saja Para tetangga yang terbilang berusia lebih muda dari beliau mencoba diam dan memaklumi dia dengan terpaksa.
Belum selesai dengan Agus dan Amir, perhatian terpecah karena Monyet mereka "si manis menjerit-jerit ketakutan karena melihat majikannya tumbang. Tapi tidak sampai disitu,dengan yang masih branggas mereka berdua pun melempar monyet itu dengan batu, "Aiiiikkkkkkkkkk" si manis menjerit dan tumbang kontan, tanpa menunggu kesempatan membalas.
Penganiayaan ahirnya berahir, Pak jaja dan panji meninggalkan mereka seperti pemenang yang telah mendapatkan piala. Agus dan Amir yang tadi tumbang masih sanggup berdiri dan membenahi peralatan mereka. Direngkuhnya dan dipeluknya "si manis" yang tadi tumbang. monyet kecil ini lemas lunglai tak berdaya, ketakutan dan rasa sakit akibat lemparan batu masih terasa tentunya.
Dengan wajah yang agak lebam dan muka yang terlihat pasrah karena mereka tak mendapatkan uang hari ini dan sudah tergambar di wajah Agus dan Amir Hutang yang akan mereka hadapi kepada pemilik "si manis" pasti akan ditagih. Apa salah ku? saya tak mencuri, saya mencari uang yang halal. Setetes Air mata jatuh di pipi mereka berdua dalam perjalanan pulang.
Pagi ini telah pukul 10.30, perjalanan pulang dengan jalan kaki akan ditempuh sambil mengendong "si manis" yang semakin lemas dan lemas dan pergi. Tangis tak dapat dibendung oleh mereka, bukan hanya karena "si manis" yang pergi, tapi karena hutang dan cari maki yang pasti akan menanti mereka. Apa salahku? (end-nad)
die die die must try (gaya makansutra) …(nad)
Tulisan: Nabiha Shahab
photo:Gado-gado
Gado-gado terenak di dunia cuma satu: di Jalan Menteng Kecil.
Sejauh ingetan, ya yang namanya gado-gado enak cuma di situ jualnya.
Bumbunya medok, manisnya pas, asinnya sedeng. Cuma porsinya banyak
banget. Ukuran perut gue sih, satu porsi buat berdua tuh. Belum lagi
pake telor rebus satu, pake emping condet yang pake udang, garing dan
manis, segede piring besarnya. Aduh sedapnya…
Dan yang terpenting: gado-gado Menteng Kecil ngga kena pengaruh
zaman ganti bayam dengan kangkung, dan pake ditambah jagung segala,
apalagi wortel brrr…
(more…)
Dukungan untuk Penetapan Aturan Pemotretan di Museum-museum di Jakarta
Dukungan untuk Penetapan Aturan Pemotretan di Museum-museum di Jakarta
Topik ini berawal dari diskusi di milis SahabatMuseum mengenai ketidaknyamanan memotret di museum-museum yang berada di DKI Jakarta. Tidak adanya aturan yang jelas dan tegas membuat sebuah kamera menjadi benda terlarang di museum, tidak pandang penggunanya turis, penggemar warisan budaya, pecinta museum, pecinta sejarah, pehobi foto, jurnalis atau fotografer profesional.
Definisi pemotretan komersial dan non komersial juga sering menjadi perdebatan panjang. Sebagian museum langsung menyodorkan selembar kertas berisi tarif & aturan pemotretan komersial tanpa pandang bulu. Sebagian lagi cukup membayar "biaya keamanan".








